"kuliah jauh itu yang beratnya pisah sama keluarga, kalo urusan biaya ada banyak beasiswa yang tersedia disana. Tinggal niat saja yang diperkuat.". Juga, saya sudah banyak googling mengenai pengalaman mahasiswa Indonesia yang berhasil kuliah di Prancis. Bukan bermodal otak pintar atau duit banyak, Tapi niat dan usaha. Dan juga, sertakan Allah dalam mimpi kamu. Itu pesan yang saya dapat dari ustad Mansyur. Minta dulu sama Allah, jangan pikirin dulu caranya gimana." Belakangan ini pun, saya sering mendapat motivasi mengenai mimpi. Bahwa tidak ada mimpi yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Bermimpi lah setinggi-tingginya, setidaknya kalau jatuh kamu akan jatuh diantara bintang-bintang..
Minggu, 06 November 2016
France, 2021.
Beberapa hari yang lalu, saya dapat email dari Perpustakaan kampus mengenai perekrutan Duta Warung Prancis yang bekerja sama dengan Insititut Francais Indonesia (IFI) yang merupakan lembaga kerja sama antara Prancis dan Indonesia. Nah, saya sangat tertarik dengan hal ini, kenapa? Di poster pendaftaran, disebutkan "bagi kamu yang menyukai Prancis, ingin ke Prancis, ..." Duh, siapa sih yang nggak pengen ke Prancis? siapa sih yang nggak suka Prancis? Berbagai kota romantis, bangunan tua bersejarah dunia, universitas dan institut berkualitas ada di Prancis! Dan ada ribuan alasan lainnya yang membuat saya menggilai Prancis.
Tapi, yang utama dan paling pertama adalah... Saya ingin melanjutkan studi di Prancis. Saat menuturkan keinginan ini saya mendapat dukungan positif dan tidak sedikit juga protes. Susah, lho. Saya tau, kuliah di Prancis membutuhkan persiapan yang sangat banyak mulai dari persiapan bahasa, finansial, tapi yang paling penting menurut saya adalah niat. Salah seorang dosen saya, Bapak Dr. Hendriko S.t M.Eng menamatkan program S3 Beliau di Prancis, jurusan Teknik Mesin. Pada saat Sharing session beliau berkata HAHAHA ala-ala banget ya.. Pokoknya, saya bersyukur sekali berada dilingkungan yang selalu memberi saya aura positif, yang membuat saya tidak berhenti untuk bermimpi. Nantinya, saya akan melanjutkan program studi yang berbeda dengan yang saya jalani sekarang. Saya akan beralih ke bisnis dan managemen. Nggak apa apalah dari engineer ke bisnis, saya suka belajar. Saya suka coba hal baru. Dan saya juga mempunyai minat yang tinggi dalam berbisnis. Kuliah s1 selama 3 tahun, kerja diPrancis, terus balik ke Indonesia, kerja di perusahaan Prancis, dan menikah. HAHAHA. Udah ah, sudah malam. Sampai ketemu di Prancis, Tahun 2021 ya. Salam dari saya, Hazna deva Shafira.
Sabtu, 10 September 2016
Percakapan
"deket sama siapa sekarang?"Tanya Jack di telepon.
"Nggak ada, lagi sibuk sama kampus aja sekarang. Jack sekarang deket sama Nadia ya?"Jawabku. Jahat, sementang udah punya gebetan baru pake acara nanya aku lagi deket sama siapa lagi Aku menggerutu. Dalam hati.
"hmmmm"
"hahaha aku udah tau kaliii.."Ucapku pura-pura tertawa senang.
"hehe iyaaa bener.. Nggak cemburu, kan?"Tanya Jack. Yang langsung ku jawab
"Nggak lah hehehe, udah lalu jugaa."Siallll!! Pertanyaan yang nggak seharusnya dia tanyain sebagai mantan. Malam itu kami terus mengobrol di telepon dan tidak lagi membahas topik tadi. Jack bertanya seputar kabarku dan keluarga.
"eh iya, Mama ulang tahung tanggal 15."Ucap Jack.
"Wahhh happy birthday tante, semoga..."Belum selesai aku berbicara, langsung dipotong oleh Jack.
"eh dateng dong ke rumah. Bilang langsung ke mama."Ajak Jack.
"haaa ngga ah, segan. Kan mama taunya kita udah putus."Jawabku ogah.
"kenapa emang, Nadia aja datang kokk."
Kamis, 08 September 2016
holiday or asdfghjkl?
Liburan semester ini benar-benar menyedihkan. Libur sebulan lebih tanpa menginjakkan kaki di luar pekanbaru, nginap di hotel, ketemu pantai, wisata kuliner, ..........
Ah sebel banget kalo di ingat-ingat :(( Mungkin karena di rumah aku sendiri yang libur, jadi nggak ada yang berminat memberi tiket gratis dan sekedar menawarkan "liburan mau kemana, ra?" Tapi, Allah emang sayang banget nih sama aku. Dengan libur panjang tanpa trip kemana-mana ini, aku diberi kesibukan yang super super sibuk! Mulai dari panitia ospek selama 4 hari yang mengharuskan aku berada di kampus dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Juga, panitia penyambutan mahasiswa baru di HIMA ku yang mengharuskan kumpul tiap sore hari rabu dan jumat, pertemuan beasiswa dengan Staff PMB, pertemuan dengan kepala kemahasiswaan, pertemuan dengan dosen dan kaprodi, Rapat BEM, UKM, dan segudang aktifitas kampus lainnya yang bikin aku tiap hari ke kampus walaupun nggak ada kegiatan akademik. Calon cumlaude banget nggak sih? Yah, walaupun sampai di penghujung libur aku belom kemana-mana aku bersyukur banget sih dihadapkan dengan kegiatan-kegiatan non akademik di kampus yang bikin aku banyak belajar mengenai organisasi, menghargai orang lain (softskill), membuat inovasi baru yang nantinya meninggalkan kesan (salah satu program kerja yang lagi aku fikirin, bagusnya apa yah?), belajar membagi waktu disaat beberapa pertemuan ku bentrok, dan hal-hal kecil lainnya yang sangat membangun untuk aku, dan yang paling membahagiakan adalah aku dapat jajan terus dong walaupun liburan, kan ke kampus tiap hari wkwk. Oh iya, btw aku kangen banget trip beberapa bulan lalu waktu lebaran. Siapapun culik aku dan sekap disini dong!
Ini lagi di Lawang Park. Awalnya sih kita mau ke Puncak lawang berhubung rame dan macet parah, kita beralih ke Lawang Park deh. Seru juga, bisa keliatan langsung Danau Maninjau dari sini. Dan ada yang jual sate + kerupuk mie. Surga banget ga sih?
Nah kalo ini kita lagi di Restoran tepi danau maninjau, aku lupa nama restonya apa. Jadi restorannya yang di tepi danau ada jembatannya gitu dan ini bener-bener keren! Kita bisa ngeliat sunset uhh cantik banget subhanallah. Pengen kesini lagi, tapi satu hal yang mengecawakan adalah makanannya nggak enak :(( Dan mahal. Wkwk. Selalu deh kalo pemandangannya indah pasti makanannya ga enak, cafe2 kebanyakan juga gitu.
Ini waktu di Pantai, lupa nama pantainya apa. Plan awal sih mau nyebrang ke pulau, berhubung hujan jadinya batal deh. Main2 di pantai doang jadinya, tapi ini asli seger banget. Abis berenang makan popmie duh..
Kamis, 25 Agustus 2016
Pustaka Pintar
Pustaka Pintar. Ini salah satu artikel yang saya daftarkan di Lomba Karya Tulis dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Politeknik Caltex Riau yang diadakan oleh UKM STAR dan bekerja sama dengan Perpustakaan PCR & Penerbit Andi. Pada acara ini juga diadakan workshop menulis yang dipandu oleh Penerbit Andi. Sayangnya saya tidak bisa hadir dikarenakan sidang project ah :(
"Kak, saya sedang sidang. Acaranya sampai jam berapa ya?" Begitu pesan yang terkirim dari Line saya kepada salah satu Panitia acara.
"sampai jam 3 kak, nanti kalau menang kami dari panitia kabarin kakak ya. Kalau bisa ada perwakilan kak."
Karena hari itu sidang project mata kuliah Rangkaian Elektronika tak kunjung usai, saya pun sedikit stress dan mulai lupa kalau saya adalah peserta lomba. Hingga akhirnya.........
"Kak, selamat ya. Hadiah nya bisa diambil di ruangan 103" Saya mendapat pesan dari panitia tadi. Wah alhamdulillah sekali, saya sangat senang dan langsung menuju ruangan. Saya menandatangani kwitansi hadiah lomba dan mengucapkan terimakasih kepada panitia. Hm. Udah ah kepanjangan pembukaannya, silahkan dibaca ya artikelnya ; Pustaka Pintar.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perpustakaan. Bisa menjadi 2 jenis tempat ; 1. Tempat yang nyaman. 2. Tempat yang membosankan. Saya tipikal orang yang sangat suka baca buku, dan saya suka perpustakaan. Namun, seperti yang sudah saya uraikan sebelumnya, pustaka bisa menjadi tempat yang sangat nyaman atau tempat yang membosankan. Saat saya SMA, saya harus mencari buku yang saya ingin pinjam dengan membaca judul buku satu per satu dan itu sangat menghabiskan waktu. Saat saya SMA, saya harus mengisi buku peminjaman secara manual, dan pastinya hal ini tidak efektif mengingat banyaknya teman-teman yang mengembalikan buku tidak tepat waktu namun berhasil menghindari denda. Pada saat saya SMA, perpustakaan bukan hanya untuk membaca buku tapi juga sebagai ruangan untuk memeriksa hasil ujian, bahkan terkadang sebagai ruangan untuk melaksanakan remedial. Perpustakaan menjadi sangat tidak menarik bagi saya saat itu. Bagi saya, perpustakaan identik dengan “tenang” bukan “berisik”. Perpustakaan menjadi sumber tempat saya mencari inspirasi, saya butuh perpustakaan pintar. Kita butuh perpustakaan pintar berbasis teknologi!
Saat saya masuk ke Politeknik Caltex Riau, hal yang membuat saya jatuh hati adalah perpustakaannya. Bagaimana tidak? Sebelum masuk, tersedia lemari untuk meletakkan sepatu yang membuat perpustakaan tampak rapi dan bersih. Setelah masuk, saya disuguhkan dengan komputer sebagai pengganti buku pengunjung perpustakaan. Saya memasukkan NIM, dan, “Selamat datang Hazna Deva Shafira” Begitu tulisan yang keluar dari monitor komputer. Benar-benar menarik. Didalam Perpustakaan juga terdapat rak lemari untuk menaruh tas, satu lemari untuk 2 tas dan ini cukup efektif. Perpustakaan begitu rapi. Saat saya kebingungan mencari buku, terdapat komputer lainnya yang berada ditengah perpustakaan yang dapat saya gunakan untuk mencari judul buku serta posisi bukunya. Hal ini sangat tentunya sangat memudahkan pengunjung. Perpustakaan yang nyaman adalah perpustakaan yang membuat orang-orang didalamnya merasa begitu “mudah” untuk mengerjakan sesuatu. Pustaka pintar menurut saya harus mempunyai Wi-fi! Kenapa? Wi-fi memberi keuntungan yang begitu banyak bagi pengunjung. Wi-fi dapat memudahkan pengunjung untuk melakukan browsing, mendownload modul pembelajaran, membaca E-book, dan apapun yang berhubungan dengan internet. Di Politeknik Caltex Riau, semua ruangan terdapat Wifi sendiri yang dapat digunakan oleh mahasiswa menggunakan akun yang terlebih dahulu sudah didaftarkan dibagian Pusat Komunikasi. Jadi, Perpustakaan Politeknik Caltex Riau sudah dapat dikatakan pustaka pintar karena memudahkan dan memberi rasa “nyaman” pada pengunjung. Pertama kali saya meminjam buku di Perpustakaan ini, saya dikejutkan dengan prosedur peminjamannya yang sangat praktis. Saya hanya perlu mengisi NIM saya, lalu buku yang saya pinjam beserta tanggal pengembaliannya akan muncul pada sistem informasi akademik saya. Hal ini sangat efektif sekali, karena apabila terlambat mengembalikan buku sistem akan langsung memproses dan denda akan dihitung. Jadi, saat saya mengembalikan buku saya harus menyetorkan denda keterlambatan dan ini sangat adil menurut saya. Mengingat saat SMA teman-teman sering berlaku curang karena peminjaman buku di proses secara manual. Perpustakaan yang pintar, akan membawa pengunjung menjadi pintar. Dan saya merasakan hal itu saat saya menjadi pengunjung di Perpustakaan Politeknik Caltex Riau dengan segala teknologi dan peraturan yang sangat disiplin. Perpustakaan lain, dimana pun itu harus menerapkan cara yang “pintar” seperti ini, agar dapat menciptakan pengunjung yang pintar dan disiplin. Hidup Perpustakaan Pintar!
Minggu, 31 Juli 2016
Kongkow Nulis bareng Ka oci!
Hallo! Selamat malam. Eh, malam? Udah lama banget ya nggak ngeblog malam-malam semenjak kuliah. HAHAHA! Dan akhirnya sekarang bisa ngeblog malam-malam lagi karena saya sudah selesai UAS hehehe :p
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jadi, beberapa waktu lalu komunitas menulis Di Pekanbaru yaitu Kongkow Nulis mengadakan Open Recruitment untuk anak-anak Pekanbaru yang hobi nulis dan punya kemauan untuk menulis. Saya merasa sangat antusias sekali, karena sebelum Kongkow Nulis mengadakan Open Recruitment ini, saya sempat menghubungi Kongkow Nulis melalui Email dan menanyakan perihal "gimana sih kak, cara gabung di Kongkow Nulis?" Dan Akhirnya pertanyaan saya terjawab :') Kemaren mulai 16-23 Juli, Kongkow mengadakan Open Recruitment dengan beberapa persyaratan ;
1. Mengisi biodata sesuai dengan format yang diberi kongkow nulis
2. Mengikuti minimal salah satu event Kongkow Nulis
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan masih ada beberapa syarat lainnya. "event?" Saya kan belum pernah mengikuti event Kongkow Nulis.
*hening* *hening lama* *hening lama banget* *kemudian tertidur*
HEHEHE, ngga deng :p
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ternyata setelah saya scroll ke bawah, "Tenang aja, akhir juli ini kita akan mengadakan acara Kongkow Nulis bareng ka Oci, kita bakal bahas buku I Will Survive-nya Ka oci penulis asal Pekanbaru" Wah, saya merasa sangat senang dan bersemangat sekali. Beberapa hari kemudian, info tentang event Kongkow Nulis bersama Ka Oci ini muncul di Beranda Instagram saya beserta Link untuk registernya. Langsung saja saya mengisi biodata untuk register ke acara Kongkow Nulis ini karena kuotanya terbatas. Yeaa!!! Saya menekan "submit the response" dengan penuh kemenangan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
31 Juli 2016, Di Coffe Toffee.
Hari yang ditunggu tunggu pun tiba! Saya bergegas menuju Coffee Toffee. Saya langsung masuk dan mengambil posisi duduk di pojok kanan. Dari pojok kanan ini, wajah kak Oci dan slide presentasi terlihat lebih jelas. Kak Oci mengawali dengan perkenalan diri dan melemparkan pertanyaan mengenai motivasi kami untuk bergabung di Kongkow Nulis. Setelah dijawab oleh seorang abang yang merupakan member Kongkow Nulis, Kak Oci melanjutkan presentasi mengenai motivasi kak Oci menulis, salah satunya adalah hobi membaca Kak Oci menuturkan bahwa ia sangat suka membaca sejak dulu, saat sedang dikamar mandi pun kak Oci suka membaca, sampai sekarang sudah punya anak Kak Oci masih sangat suka membaca. Saya sangat setuju dengan kak Oci, bahwa membaca merupakan salah satu motivasi untuk menulis, kenapa? Karena saat membaca, banyak sekali ilmu dan wawasan yang kita dapat dari sebuah buku, menjadikan inspirasi bagi kita dan membuat kita tergerak untuk menulis.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selanjutnya kak Oci menapilkan Bab demi bab yang ada di Buku I Will Survive
dari yang saya tangkap, di buku ini, Kak Oci bersama seorang teman, memaparkan bagaimana cara menghadapi masalah pada remaja. Masalah itu tidak seharusnya dimusuhi, namun lebih baik diajak bersahabat. Dan percayalah, bahwa kita bukan biang masalah, tapi kita adalah pemecah masalah.
Buku yang menarik. Dan sepertinya saya harus segera baca mengingat pada masa remaja ini, sering terjadi pemikiran yang kurang baik saat menghadapi masalah :( hehehe jadi curhat. Selanjutnya masuk ke sesi pertanyaan. Di beri 3 pertanyaan dan saya menjadi salah satu penanya.
Saya ingin bertanya mengenai penertbitan kak, Bagaimana sih kak, agar kita lebih berani untuk mengirimkan naskah ke Penerbit besar? karna dulu saya sempat menerbitkan buku secara self publishing kak, karna tidak PD mengirimkan naskah ke penerbit besar. Mengingat tadi kakak bilang kakak baru mengirimkan naskah ke penerbit pada tahun 2011. Pada saat itu apasih yang membuat kakak berani untuk mengrimkan naskah?--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Wah! Dan saya mendapatkan jawaban yang memberikan pencerahan bagi saya.
"kenali naskah kamu, lalu cari penerbit yang naskah-naskahnya cocok dengan naskah kamu sehingga kamu memiliki peluang yang besar agar naskah kamu diterbitkan."--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Terimakasih kak Oci dan Kongkow Nulis untuk sore tadi, benar-benar kongkow sehat yang bermanfaat :D Saya jadi tidak sabar untuk menjadi member Kongkow Nulis, dan mengikuti kelas-kelas sharing seperti ini. Ditunggu next event ya :D
Sabtu, 16 Juli 2016
Tomkins with heart
TOMKINS. Brand sepatu yang satu ini, sudah saya gunakan sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Bukan, bukan saya yang tiba-tiba minta ke Bapak dan Ibu untuk beli sepatu disana, tapi Bapak dan Ibu saya yang memboyong saya ke Tomkins Store terdekat saat saya bilang “Pak, mau beli sepatu baru”. Entah kenapa, tetapi dari jaman abang saya sekolah, Ibu dan Bapak sudah langganan sepatu di TOMKINS. Sore itu, saya tiba di Tomkins Store di salah satu Mall di kota Pekanbaru. Dengan store yang lumayan besar dan background berwarna hijau dengan tulisan TOMKINS shoes berwarna hitam cukup memanjakan mata untuk melihat berderet-deret sepatu yang cukup membuat saya kagum dan mengeluarkan sepatah kata : “bagus ya, Pak.” Sore itu, pilihan saya jatuh pada sebuah sepatu TOMKINS berwarna hitam polos dengan les putih dibawahnya yang menampilkan kesan gagah. Saya lupa jenis sepatunya apa, yang pasti saat saya menggunakan sepatu itu saya merasa sangat nyaman, dan wong namanya bocah SD suka lari sana lari sini, tetapi Alhamdulillah sepatu TOMKINS saya masih tahan sampai 2 tahun. Dan sebenarnya masih lebih dari itu, tetapi berhubung ukuran kaki sudah bertambah besar hehe, jadi saya memutuskan untuk mengganti dengan model TOMKINS terbaru. Ayey.
TOMKINS. Bule banget ya nama sepatunya? Tapi ada satu hal yang cukup buat saya kaget setengah mati (tenang, nggak sampe mati kok) dan sangat bangga karena ternyata TOMKINS merupakan produk dalam negeri! Dalam Negeri, bro! Dalam Negeri! Kaget, kan? Sama saya juga. Bukan karena namanya rada-rada bule, tetapi karena kualitas produk TOMKINS sangat memuaskan. Jika diberi range 0-10, maka saya beri nilai 10 untuk TOMKINS. Saya pernah beberapa kali menggunakan brand local yang lain, tetapi ujung-ujungnya saya selalu balik ke TOMKINS. Brand dalam negeri, tetapi kualitasnya sebanding dengan brand-brand terkenal dari luar negeri. Salut deh saya sama TOMKINS! *tepuk tangan*
Yang membuat saya sangat senang itu adalah harga sepatu TOMKINS ini sangat terjangkau, padahal bila dilihat kualitasnya, rasanya tidak sebanding karena TOMKINS benar-benar comfortable shoes bagi saya. Terimakasih TOMKINS! Dan juga, setiap saya berjalan-jalan ke Store TOMKINS, model sepatu yang tertera selalu berbeda beda! Bayangkan saja, hanya dalam kurun waktu 2 minggu, model sepatu yang dipajang bisa berubah total. Kamu keren, TOMKINS. Berbagai macam variasi dari sepatu TOMKINS ini juga salah satu alasan saya tidak bisa move on dari TOMKINS, inovasi – inovasi yang diciptakan oleh TOMKINS sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, Sepatu santai untuk hangout? Ada. Sepatu untuk sekolah? Ada. Sepatu untuk jalan-jalan ke Gunung? Ada. Sepatu untuk olahraga? Pasti ada, dong. Apapun jenis kebutuhan sepatu kamu, pasti tersedia di TOMKINS, dan modelnya sangat update. Jadi, kamu yang beli sepatu TOMKINS = beruntung kuadrat. “kenapa beruntung kuadrat?” Karena kamu mendapatkan banyak keuntungan dengan memiliki sepatu TOMKINS ini.
1. Sepatu sangat nyaman
2. Harga terjangkau
3. Model update
T = The most comfortable shoes in the world
O = Only one my lovely brand shoes
M = Much Love For TOMKINS
K = Kill me if you not enjoyed when use TOMKINS SHOES
I = I love when i use you, TOMKINS
N = Now, i still use you TOMKINS
S = Shoes best ever
Mungkin, itu sedikit cerita saya saat mengenakan sepatu TOMKINS. Terasa sampai ke hati rasa nyaman saat memakainya, Tomkins with heart.
Social Media Tomkins
Facebook : TOMKINS INDONESIA
twitter :@myTOMKINS
Selasa, 17 Maret 2015
dilema
Komunikasi. Satu hal yang ga bakal pernah lepas dari kehidupan manusia. Aren't you? Mau minta izin sakit pasti kirim surat ke sekolah atau telfon wali kelas atau paling banter smsin ketua kelas deh, ya gak? Kalau pulang telat izin ke nyokap dulu kan lewat sms apa telfon atau kalau nyokap bokap punya gadget canggih pake bbm yah apa whatsapp apa line gitu kan? Kalau mau order baju baju lucu mesennya hubungin admin dulu kan? Semua butuh komunikasi, teman teman. Cinta juga kayak gitu, biar enak kita bilangnya pacaran deh ya. Kalau nggak ada komunikasi itu rasanya gimana ya? Hmm, hampa. Iyaaa, dan banyak orang yang ngalamin hal ini. Biasanya sih fase lost-contact orang pacaran ini setelah fase romatis2an - fase berantem2an dan yaaak - fase males ngabarin. Lost contact. Kalau lost contact gimana mau jalanin hubungan toh mas? Biasanya sih yang cowok nih pada suka tiba-tiba nggak ngabarin ke ceweknya. Padahal mereka nggak tau si cewek kocar kacir sana sini nyariin kabar kalian, giliran di hubungin bilanginnya "maaf yah sayang, gak ada pulsa" iya nggak ada pulsa sampe sejuta tahun aja ya, mas. Nggak tau apa ya, ceweknya kangen. Lama-lama cewek bisa bosen tau, kalo nggak dikabarin meluku. Itu sama aja menggantungkan cewwk, nggak tau gimana lagi kelanjutannya, nggak ada kepastian. Si cewek pengen udahan, tapi masih sayang. Terus cewek harus gimana biar kalian ngasih kabar? Comment ya!
Langganan:
Postingan (Atom)

