Jumat, 18 Juli 2014

Kesel itu ketika gue liat lo bareng dia. Marah itu ketika gue liat lo bareng dia. Sakit itu ketika gue liat lo bareng dia. Tapi sekarang gue ga peduli lagi sama kesel, marah dan sakitnya gue. Ga ada yang lebih hancur saat gue tau, lo mulai jatuh hati sama dia. Gue fikir pertahanan lo kokoh, gue fikir lo ga main-main dengan perkataan lo 'gaada cewek-cewek lagi', gue fikir lo cuma menghargai dia yang terlalu mengumbar perasaannya. Tapi semua itu hanya ada difikiran gue. Ga berlaku buat lo dan dia, ya? Baiklah. Ayi selalu bilang ; 'perasaan ga salah, cuma belum saatnya kita bahagia. Sabar aja, pasti ada balasan yang lebih baik' Gue juga pengennya kayak gitu, tapi lo pasti tau untuk saat ini gue pengennya bahagia sama siapa. Move on? No. Gue ga mau maksain diri gue buat move on dari lo. Bodoh? Ga. Gue bukannya mau bertahan dalam kebodohan ini, gue cuma mau menghargai perasaan gue. Gue bakal tetap sayang sama lo walaupun dari jauh, dan ga ada satu pun orang yang berhak nyuruh gue menghentikan ini.
Specially, my friend, ummm, my best-friend lebih tepat deh kayaknya. Ulang lagi deh. Specially my best-friend, i miss you more than words.. Duh itu judul lagu, bukan? Hehe iya, gue suka tuh lagunya. Back to topic, gue bener2 kangen lo, puak! Kampretnya gue nggak berani ngomong ini langsung ke elo. Why? lo nanya gitu? lo gak nyadar sekarang udah terpampang jarak yang begitu panjang diantara kitaahhh???!!! Iya.. Gue ngerasa gitu puak. Makanya sekarang gue jadi dingin ke elo, gue ngelakuin semua ini untuk pencitraan puak. Gue tau ini hal yang salah, gue bohongin perasaan gue sendiri.. Gue selalu buang muka kalau ketemu lo. Gue benci ngelakuin ini, tapi ini harus puak. Maafin gue. Maafin gengsi gue yang gak penting ini. Tapi kalau boleh gue jujur, gue kangen berat sama lo. Gue pengen bisa nyapa lo lagi, gue pengen bisa ngobrol bareng lo lagi, gue pengen bisa ngeledek lo lagi. Tapi kenapa gue takut puak? Gue terlalu takut untuk nyapa lo, atau? Gue terlalu gengsi ya?
terkhusus sahabat ku, Puak. Disini Barbie merindukanmu.

Kamis, 03 April 2014

someone like you

Never mind I'll find Tak mengapa kan kutemukan Someone like you Seseorang sepertimu I wish nothing but the best for you Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu Too.. Don't forget me Dan juga.. jangan lupakan aku I beg Kumohon I remember you said Aku ingat kau pernah berkata Sometimes it lasts in love Kadang cinta akan abadi But sometimes it hurts instead Namun kadang juga menyakitkan
Sometimes it last in love, but sometimes it hurts instead. Setelah baca lirik itu, kenapa ada sesuatu yang membekas ya disini, dihati. Hati gue seperti pengen teriak, pengen bilang setuju sama lirik itu. Eh, ya ampun, gue sampai lupa say hello nih saking fokusnya sama itu lirik. Oke, back to topic. Menurut gue lirik Sometimes it last in love, but sometimes it hurts instead. bener pake banget! Kalau diartikan kebahasa kita, kadang cinta akan abadi, namun kadang juga menyakitkan Lo belum ngerti sama maksud gue ya? Ngg, kita pake contoh deh. Lo pernah gak sih ngeliat pasangan suami istri yang udah nenek kakek tapi mash awet? Masih akur dan mesra? Lo iri gak sih?!!!!
Cuma dengan liat foto itu aja, gue terharu. Gue sekarang jadi yakin, kalau cinta itu gak sekedar omong kosong atau banyolan semata. Cinta itu benar-benar nyata, dan abadi.. Dan well, gue kepengen kayak mereka. Gue kepengen, gue dan doi nanti duduk bareng dikursi goyang sambil nonton warkop bareng anak cucu kita, minum teh anget berdua, jalan-jalan sore ditaman sambil pegangan tangan - gak lupa dengan balutan sweater tebel biar kita gak kedinginan. Buset, gue ngayalnya jauh banget ya. Hm, dilirik Someone Like You, katanya kadang cinta juga menyakitkan Hm. Pernah dengar ungkapan cinta butuh alasan gak sih? Menurut kalian perlu gak? Kalau menurut gue pribadi, cinta itu emang butuh alasan. Gak mungkin kan kalau lo ketemu cowok/cewek nih, tiba-tiba lo langsung jatuh cinta? Gak mungkin b-a-n-g-e-t. Kalau emang ada yang kayak begitu, gue gak yakin yang katanya jatuh cinta itu bakal bertahan dalam jangka waktu yang lama. Sebenarnya ini gak penting kita bahas, balik lagi ke cinta itu kadang menyakitkan Mungkin cinta itu menyakitkan, juga karena ada alasan. Ya. Dan kita gak tau apa alasan mereka diluar sana tersakiti karena cinta, atau sebaliknya, menyakiti cinta-nya. Mungkin juga, cinta itu menyakitkan adalah kode alam kalau dia bukan yang terbaik untuk kita. Pesan gue buat kalian yang tersakiti karena cinta, jangan putus asa, move on, dia bukan oksigen yang buat lo gak bisa hidup:)
Dan buat kalian yang menyakiti cinta, kalian bakal mendapat balasan, pasti. Suatu saat nanti. Jadi siap-siap aja, siap ongkos, sap mental
Udah ah, segitu aja dari gue. Pamit dolo, bye!:*

Selasa, 01 April 2014

sampai kapan?

Jatuh cinta itu indah, ya. Kadang, jatuh cinta juga bikin gila - menghipnotis kita sampai kita gak sadar kalau lagi senyum-senyum sendiri. Tapi gimana sih rasanya kalau jatuh cinta tapi gak bisa ngungkapin? Sakit.. Pengen ngungkapin tapi takut.. Gak berani.. Banyak alasan, banyak pertimbangan. Saat keberanian itu ada, lidah mendadak menjadi kelu, waktu berasa dibekukan.. Sampai kapan sih? Kapan bisa ngungkapin itu semua? Nunggu dia jadi milik orang lain? Iya? Atau nunggu dia udah gak ada lagi?

Minggu, 30 Maret 2014

Status ini bagaikan nisan

Pertemanan. Siapa sih yang gak butuh teman? Semua butuh kan? Siapa sih yang gak seneng punya teman? Gak ada kan? Bisa dibilang teman itu urutan kedua setelah keluarga didunia ini. Orang yang bantuin kita saat kita jatoh, yang siapin telinga saat kita curhat, yang minjemin bahu saat kita mewek. Teman. Teman. Teman. Tapi, kalau berteman dengan lawan jenis dan tanpa kita duga kita jatuh cinta? Bagaimana? Apa status pertemanan masih bisa dibilang menyenangkan? Iya sih, seneng. Bisa ketemu tiap hari, jalan bareng, nonton bioskop, makan diwarteg, tapi sampai kapan? Sampai kapan terus memendam? Tak berani ungkapkan karena ada status yang bernama pertemanan - karena nanti, jika ungkapkan tak lagi sama seperti dulu, iya? Apa harus rasa itu dikubur dalam-dalam dan diberi nisan atas nama pertemanan? Pertanyaan itu muncul lagi, sampai kapan? Apa sebegitu kejamnya status pertemanan

Sabtu, 29 Maret 2014

FRIENDZONE

"Friendzone? Apasih maksudnya?" Hm, Friendzone ya. Kata-kata ini sering aku temui dimediasocial, gais. Dan setelah mencari informasi kepenjuru google, aku mendapatkan jawaban atas pertanyaan "Friendzone? Apa tuh?"
Jadi, friendzone itu adalah : keadaan dimana seseorang hanya menganggap kamu sebagai teman, sedangkan kamu? Pengennya lebih. Sedih? Iya. Kasian? Banget. "apa sih penyebab friendzone ini?" 1. Si dia udah punya pacar. 2. Si dia gak suka kamu. 3. Si dia gak suka kamu. 4. Si dia gak suka kamu. 5. Si dia gak suka kamu. 1000. Si dia gak suka kamu. Miris? Sangat. Well, tujuan aku bikin postingan tentang friendzone ini, bukan untuk matahin semangat kamu - yang lagi suka sama temen sendiri kok. Nah, biar kamu gak kejebak sama zona pertemanan ini, ada baiknya kamu perhatikan dengan seksama hal-hal dibawah : 1. Dia sering smsin kamu? Wah bagus tuh. Tapi kalau isi smsnya minjam duit, minta contekan atau curhat tentang cewek/cowok lain? Fikir-fikir dulu deh, bisa aja dia cuma nganggap kamu temen, gais. 2. Dia sering main kerumah? Seru dong ya. Tapi kalau cuma numpang makan siang? Hm, kali aja dia udah nganggap kamu sahabat sepenanggungan sejati setulang rusuk. 3. Dia sering natapin mata kamu? Cie romantis deh. Tapi, ternyata cuma untuk bilang "taik mata lo banyak banget"? Kasian deh lo. Udah deh segitu aja, makin ngaco kalau kebayakan. Kesimpulannya gais, jangan kegeeran dulu kalau temen kamu sering perhatiin kamu, sering curhat ke kamu, sering minta temanin kemana-mana. Iya sih, kamu udah bisa dibilang "orang kepercayaan dia" tapi bukan berarti dia jatuh cinta sama kamu, kan? Ribet ya? Ya banget. Yaudah jomblo aja makanya. HAZNA DEVA pamit, wassalamualaikum wr, wb! *cipok satu-satu*